PARIAMAN— Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat terus memperkuat komitmen dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas melalui langkah preventif dan kolaboratif lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Pelaksanaan kegiatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang akan digelar di wilayah hukum Polres Pariaman.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, dengan melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari Kepolisian, instansi terkait, hingga perwakilan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan PPGD sebagai langkah nyata meningkatkan kesiapsiagaan darurat di jalur rawan kecelakaan.
Hadir dalam rapat tersebut Kasat Lantas Polres Pariaman, KBO Lantas Polres Pariaman, Kanit Kamsel Polres Pariaman, PJ Samsat Kota Pariaman, Kepala Desa Bato, Kepala Desa Kampung Gadang yang berada di kawasan By Pass Pariaman, serta Dekan STIKES Piala Sakti. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam upaya menekan dampak fatal kecelakaan lalu lintas.
Dalam rapat koordinasi tersebut disepakati bahwa jalur By Pass Kota Pariaman merupakan salah satu black spot atau daerah rawan kecelakaan di wilayah hukum Polres Pariaman. Kondisi ini mendorong perlunya strategi pencegahan yang tidak hanya bersifat penegakan hukum, tetapi juga peningkatan kesiapsiagaan darurat berbasis masyarakat.
Melalui program PPGD, masyarakat dan relawan di sekitar titik rawan kecelakaan akan dibekali pengetahuan serta keterampilan dasar pertolongan pertama. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan relawan dapat memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi kejadian, sehingga peluang keselamatan korban dapat meningkat.
Selain bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, program PPGD juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Jasa Raharja Sumbar menilai bahwa kecepatan dan ketepatan penanganan awal di lokasi kecelakaan menjadi faktor krusial dalam menekan angka fatalitas.
Para mitra yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PPGD. Mereka juga menegaskan pentingnya sinergi antara Kepolisian, Jasa Raharja, pemerintah desa, dan institusi pendidikan kesehatan dalam membangun sistem kesiapsiagaan darurat di jalur-jalur berisiko tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, mengapresiasi komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Polres Pariaman, pemerintah desa, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam perencanaan kegiatan PPGD ini. Jalur By Pass Pariaman merupakan salah satu titik rawan kecelakaan, sehingga diperlukan langkah nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui PPGD, kami berharap lahir relawan-relawan tanggap darurat yang mampu memberikan pertolongan pertama dengan cepat dan tepat, sehingga risiko fatalitas dapat ditekan. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara bersama masyarakat dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, ” ujar Teguh.
Ia menambahkan, Jasa Raharja akan terus mendorong pendekatan preventif dan edukatif, tidak hanya melalui penyaluran santunan pascakecelakaan, tetapi juga melalui program keselamatan yang menyentuh langsung masyarakat.
Dengan digelarnya rapat koordinasi ini, Jasa Raharja Sumbar bersama Polres Pariaman dan para pemangku kepentingan optimistis pelaksanaan PPGD dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan rawan kecelakaan, demi terwujudnya lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

Updates.